Lewati ke konten utama
Kegiatan Kamis, 6 Agustus 2026

Evaluasi Pemanfaatan Data Laboratorium dalam Program SAFETYNET Minigrant Phase II Digelar di Kota Banjar

Evaluasi Pemanfaatan Data Laboratorium dalam Program SAFETYNET Minigrant Phase II Digelar di Kota Banjar

Loka Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Pangandaran melaksanakan kegiatan Evaluasi Pemanfaatan Data Pelayanan Laboratorium oleh Setiap Klaster Puskesmas selama tiga hari, pada tanggal 3–5 Agustus 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program SAFETYNET Minigrant Phase II ini dilaksanakan di 10 UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Banjar. Tim yang ditugaskan dari Loka Labkesmas Pangandaran terdiri atas Hubullah Fuadzy, M.Si. (Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya), Joni Hendri, SKM, M.Biotech. (Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda), Arda Dinata, SKM., MPH. (Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda), dan Usman Syarifuddin, S.Kom. (Pranata Komputer Ahli Pertama). Evaluasi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana data pelayanan laboratorium telah dimanfaatkan oleh setiap klaster Puskesmas dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan, sekaligus mengevaluasi kemampuan petugas surveilans dalam mengoperasikan Sistem Integrasi Data.

Selama kegiatan berlangsung, tim Loka Labkesmas Pangandaran melakukan kunjungan ke seluruh Puskesmas di Kota Banjar. Setiap kunjungan diawali dengan pertemuan advokasi bersama Kepala Puskesmas untuk membahas perkembangan pemanfaatan data laboratorium dan implementasi Sistem Integrasi Data. Selanjutnya, tim melaksanakan wawancara terstruktur kepada penanggung jawab Klaster 2 (Kesehatan Ibu dan Anak), Klaster 3 (Kesehatan Dewasa dan Lansia), Klaster 4 (Pengendalian Penyakit Menular), serta petugas laboratorium dan surveilans. Selain itu, dilakukan observasi langsung terhadap kemampuan petugas laboratorium dan surveilans dalam melakukan input data, pengolahan, analisis, interpretasi, hingga penyajian informasi melalui Sistem Integrasi Data.

Melalui evaluasi ini diharapkan diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi pemanfaatan data pelayanan laboratorium di tingkat Puskesmas. Hasil evaluasi akan menjadi bahan masukan dalam penyempurnaan Sistem Integrasi Data, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong pemanfaatan data laboratorium secara berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan program kesehatan di wilayah kerja puskesmas baik pada aspek perencanaan, pemantauan, evaluasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Selain itu, upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer terintegrasi di Kota Banjar.

SAPALOKA